INOVASI PENGELOLAAN LIMBAH MINYAK MENJADI BAHAN BAKAR BIODIESEL DI KELURAHAN SEKELOA
DOI:
https://doi.org/10.31113/setiamengabdi.v2i2.23Keywords:
Minyak, Limbah, Lingkungan, BiodieselAbstract
Minyak jelantah merupakan minyak bekas yang pada umumnya berasal dari
minyak sayur yang sudah berwarna coklat kehitaman. Keberadaan minyak
jelantah sebagai limbah minyak tentunya membawa dampak yang buruk
kepada lingkungan maupun kesehatan masyarakatnya. Pasalnya penggunaan
minyak goreng yang terus menerus akan menyebabkan terkenanya berbagai
macam penyakit pada pengonsumsinya. Belakangan ini sering ditemui
masyarakat yang membuang limbah minyak jelantah sembarangan yang
membuat sanitasi menjadi tercemar dan tidak berjalan dengan semestinya
karena terhambat oleh gundukan limbah minyak didalamnya. Maka kami
selaku mahasiswa dengan rasa inisiatif dan kepekaan yang tinggi yang juga
turut merasakan dampak dari perbuatan tersebut melakukan pengelolaan
limbah minyak menjadi bahan bakar biodiesel sebagai ide inovasi. Dimana hal
tersebut didukung dengan keberadaan minyak bumi yang merupakan bahan
dasar pembuatan solar sebagai bahan bakar mesin diesel yang semakin
menipis dan nantinya akan habis, sehingga untuk menghindari kelangkaan
minyak bumi kami menggunakan limbah minyak jelantah sebagai bahan bakar
alternatif mesin diesel yang pastinya lebih ramah lingkungan dan mudah
didapatkan. Pengelolaan limbah minyak ini juga diterima dan didukung penuh
oleh pihak kelurahan Sekeloa yang terlebih dahulu sudah memiliki program
pengelolaan minyak jelantah sehingga dengan adanya kolaborasi ini kiranya
dapat membawa dampak yang baik bukan hanya untuk lingkungan saja namun
juga kesejahteraan masyarakat sekitar
References
Biodiesel. Jambura Journal of Educational Chemistry, 11(2), 204-214.
Ahmadi, A., & Prasetya, D. S. B. (2016). IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM)
PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI BIODIESEL DI TANJUNG
KARANG KOTA MATARAM. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada
Masyarakat, 1(1), 10-12.
Inovasi, A., & Publik, S. (n.d.). BAB II TINJAUAN PUSTAKA.
Puspitasari, K., Rhohman, F., & Nadliroh, K. (2020, July). Analisa Perbandingan Penggunaan
Biosolar, Minyak Jelantah, dan Oli Bekas terhadap Kecepatan Peningkatan Suhu Api.
In SEMINAR NASIONAL INOVASI DAN TEKNOLOGI (SEMNASINOTEK). Fakultas
Teknik Universitas Nusantara PGRI Kediri.
Terobosan Baru! Kelurahan Sekeloa Ubah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Biodiesel - Laman
3 dari 3 - jabarekspres.com. (n.d.). Retrieved January 5, 2022, from
SeTIA Mengabdi – Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No.2., Desember 2021
17
https://jabarekspres.com/berita/2021/05/19/terobosan-baru-kelurahan-sekeloa-ubah￾minyak-jelantah-jadi-bahan-bakar-biodiesel/3/
Ujicoba Biodiesel, Lurah Sekeloa Akan Beli Limbah Minyak Jelantah Warga - jabarekspres.com.
(n.d.). Retrieved January 5, 2022, from
https://jabarekspres.com/berita/2021/05/19/ujicoba-biodiesel-lurah-sekeloa-akan-beli￾limbah-minyak-jelantah-warga/.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2022 SeTIA Mengabdi – Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- The journal allow the authors to hold the copyright without restrictions and allow the authors to retain publishing rights without restrictions.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







